- MAN Kota Banjar Siapkan Ujian Madrasah Berkualitas Melalui Workshop Bimbingan Teknis
- Jaga Kualitas Ujian, Kepala Kankemenag Tegaskan Lima Elemen Penting Evaluasi Madrasah
- Parade Pentas Seni Helaran Unggulan Meriahkan HUT Kota Banjar ke-23
- Penguatan Regulasi Kepenyuluhan: Langkah Strategis Tingkatkan Mutu Bimbingan Masyarakat
- Kakankemenag Kota Banjar Tegaskan Dana BOS Bersifat Kolektif Kolegial
- Kemenag Terima Kunjungan Wakil Wali Kota Banjar, Bahas Sinergi Pembangunan Bidang Agama dan Pendidikan
- Ketua PHBI Kota Banjar Harapkan Tarhib Ramadhan Tahun Ini Lebih Spektakuler
- Penyuluh Sambut Bulan Suci, GDI Langensari Gelar Pengajian dan Tahlil Akbar
- Tanamkan Jiwa Kepemimpinan dan Integritas, MTs Negeri 1 Kota Banjar Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS)
- Penyuluh Agama Segarkan Ilmu Lewat Tafsir Al Ibriz
Masjid Menuju Era Kemandirian: Inovasi Pengelolaan Fasilitas dan Pelayanan Demi Kemakmuran Jamaah

Kota Banjar (Humas) - Upaya mewujudkan masjid yang mandiri, profesional, dan berorientasi pada pelayanan jamaah terus digencarkan Kementerian Agama melalui program penguatan kapasitas pengelola masjid. Salah satunya tampak dalam kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi SDM Masjid yang digelar di Pangandaran dan diikuti oleh para pengelola serta penyuluh agama dari berbagai daerah.
Baca Lainnya :
- Kecamatan Langensari Gelar Apel Gabungan: KUA Langensari Turut Hadir, Koramil 1318 Bertindak sebagai Petugas0
- BAZNAS Kota Banjar Genap 25 Tahun: Perjalanan Panjang dalam Pelayanan Zakat yang Amanah0
- Takmir Diperkuat, Kemenag Dorong Pengelolaan Masjid yang Lebih Profesiona0
- Menyucikan Hati: Kunci Kesiapan Menyambut Datangnya Bulan Suci0
- Pengelolaan Profesional Hisab Rukyat Berbasis Aplikasi0
Salah satu peserta, Ujang Saepurrahman, S.Ag., Penyuluh Agama Islam KUA Langensari, menilai bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi tata kelola masjid. Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat pemberdayaan dan pelayanan umat.
“Kemandirian masjid bukan hanya soal finansial, tetapi juga tentang kemampuan mengelola fasilitas, meningkatkan layanan, dan menjawab kebutuhan sosial jamaah. Pelatihan ini membuka wawasan kami bahwa masjid harus dikelola secara profesional tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman,” ujar Ujang.
Dalam sesi diskusi, para peserta mendapatkan materi mengenai manajemen aset masjid, digitalisasi layanan, peningkatan kualitas SDM, hingga strategi menciptakan program pemberdayaan yang berkelanjutan. Ujang menambahkan bahwa inovasi dan kreativitas menjadi kunci bagi masjid untuk tetap relevan di era modern.
“Masjid yang makmur adalah masjid yang mampu memberikan manfaat langsung bagi jamaahnya. Dengan pengelolaan yang terstruktur dan inovatif, insyaallah masjid dapat menjadi ruang aman, nyaman, dan produktif bagi masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan yang berlangsung sepanjang hari tersebut juga menekankan pentingnya kolaborasi antara takmir, penyuluh, pemerintah daerah, dan masyarakat. Transformasi masjid, menurut para narasumber, menuntut sinergi agar program-program yang dirancang dapat berjalan efektif.
Pelatihan ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya inovasi di masjid-masjid wilayah Jawa Barat, terutama dalam meningkatkan pelayanan dan memperkuat peran masjid sebagai pusat peradaban. Kementerian Agama menegaskan bahwa penguatan SDM merupakan fondasi penting dalam mewujudkan visi tersebut.
Dengan semangat kemandirian dan profesionalisme, para peserta termasuk Ujang Saepurrahman siap membawa pembaruan dan praktik terbaik ke lingkungan masing-masing demi kemakmuran jamaah dan kemajuan pengelolaan masjid di Indonesia.
Kontributor : Raditia


.png)





.png)

.png)
.png)
